Tangkapan Manado — Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri kegiatan Peluncuran Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Tahun 2025 yang digelar di Gudang Bulog Paceda, Kota Bitung, pada Senin (10/11/2025). Acara tersebut menjadi momentum penting dalam rangkaian program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Peluncuran ini secara resmi menandai dimulainya penyaluran bantuan pangan bagi 139.966 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Para penerima bantuan mencakup masyarakat di 15 kabupaten/kota, terdiri dari 171 kecamatan dan 1.841 desa/kelurahan. Masing-masing KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan selama dua bulan, yakni Oktober dan November 2025, sehingga total bantuan yang diterima per keluarga mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog atas peran aktif mereka dalam menjaga ketersediaan serta distribusi bahan pangan pokok di wilayah Sulawesi Utara. Menurutnya, bantuan pangan ini tidak hanya berfungsi sebagai stimulus ekonomi bagi masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga sebagai langkah nyata pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan di daerah.
“Program ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat dan daerah terhadap kesejahteraan rakyat. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada keluarga di Sulawesi Utara yang kekurangan bahan pangan pokok, terutama beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Andrei Angouw dalam pidatonya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan efisien. Pemerintah Kota Manado bersama Dinas Sosial, perangkat kecamatan, serta pihak Bulog akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur dan tidak terjadi penyimpangan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, perwakilan Badan Pangan Nasional, Pimpinan Perum Bulog Wilayah SulutGorontalo, serta jajaran kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di provinsi tersebut. Dalam kesempatan itu, Gubernur Olly menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Selain penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan KPM, acara peluncuran juga diisi dengan peninjauan langsung ke area penyimpanan dan pengepakan beras di Gudang Bulog. Wali Kota Andrei Angouw turut berdialog dengan para petugas Bulog untuk memastikan kualitas beras dan minyak goreng yang akan disalurkan memenuhi standar konsumsi masyarakat.
Program Bantuan Pangan Pemerintah Tahun 2025 ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), dengan tujuan utama menekan kerawanan pangan, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat sistem distribusi pangan nasional. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi bantalan sosial bagi keluarga rentan di tengah dinamika ekonomi global dan kenaikan harga bahan pokok.
Dalam penutupan sambutannya, Andrei Angouw mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan solidaritas sosial, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.
“Kita harus saling bantu dan saling peduli. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena keberhasilan program seperti ini membutuhkan partisipasi dan dukungan seluruh warga. Mari kita jaga kebersamaan ini demi Manado dan Sulawesi Utara yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan peluncuran ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan keadilan sosial di seluruh pelosok Sulawesi Utara.




