Viral Isu Nonhalal, Pemilik Bakso Remaja Gading Solo: Kami Muslim

oleh -1431 Dilihat
oleh

Tangkapan Manado – Putri pemilik warung Bakso Remaja Gading Solo, Thirthania Laura Damayanthie, menegaskan bahwa keluarganya tidak pernah menggunakan bahan nonhalal dalam proses pembuatan bakso di warung legendaris tersebut.

“Itu hanya kesalahpahaman. Kami sekeluarga Muslim dan tidak pernah memakai bahan yang tidak halal. Namun kami tetap menghormati keputusan pemerintah untuk menutup sementara warung sampai hasil laboratorium resmi keluar,” ujar Thirthania saat ditemui di Solo, Senin (3/11/2025).

Menurut Thirthania, pihaknya sudah mengikuti seluruh instruksi dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo yang meminta agar warung ditutup sementara waktu. Langkah itu diambil demi menjaga ketertiban dan mencegah keresahan di tengah masyarakat menyusul isu yang ramai di media sosial.

“Kami patuh pada imbauan pemerintah agar suasana tetap kondusif. Kami yakin hasil uji laboratorium nanti akan membuktikan bahwa produk kami halal dan aman,” tambahnya.


Isu Nonhalal Bermula dari Dokumen yang Beredar

Kabar mengenai dugaan penggunaan bahan nonhalal pada produk Bakso Remaja Gading berawal dari beredarnya sebuah formulir hasil monitoring Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo. Dalam dokumen tersebut, produk bakso legendaris itu disebut sebagai makanan nonhalal.

Formulir berkop resmi Dispangtan itu menyebar luas di berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp sejak Minggu (2/11/2025), menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama para pelanggan Muslim yang selama ini menjadi pelanggan tetap.

Dispangtan Kota Solo sendiri telah menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan hasil akhir uji laboratorium, melainkan data awal dari kegiatan monitoring yang masih memerlukan verifikasi lanjutan. “Hasil akhir uji laboratorium masih dalam proses dan belum bisa disimpulkan,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari pihak Dispangtan.


Warung Legendaris dan Ikon Kuliner Solo

Bakso Remaja Gading yang berlokasi di Jalan Veteran, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris yang telah berdiri selama lebih dari tiga dekade. Warung ini menjadi ikon kuliner Kota Bengawan dan kerap dikunjungi tokoh-tokoh publik serta wisatawan dari berbagai daerah.

Warung tersebut dikenal dengan cita rasa khas bakso daging sapi, kuah gurih, dan sambal bawang yang kuat. Banyak pelanggan lama mengaku terkejut dengan isu nonhalal yang beredar, karena reputasi Bakso Remaja Gading selama ini identik dengan kehalalan dan kebersihan.

“Saya sudah makan di sini sejak zaman kuliah, dan tidak pernah ada masalah. Semoga cepat terbukti kalau itu cuma kesalahpahaman,” ujar Agus Rahmanto, salah satu pelanggan setia yang ditemui di sekitar lokasi.


Pemerintah Kota Solo Bertindak Cepat

Menanggapi isu yang berkembang, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bergerak cepat untuk menenangkan situasi. Melalui Satpol PP, pemkot meminta pihak warung untuk menutup sementara kegiatan operasional mulai Senin (3/11/2025) hingga hasil resmi laboratorium dikeluarkan oleh Dispangtan.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan, menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban umum serta mencegah potensi kesalahpahaman yang lebih luas. “Kita tunggu hasil resmi. Kalau sudah jelas dan terbukti halal, tentu bisa dibuka kembali,” ujarnya.


Penantian Hasil Uji Lab

Saat ini, hasil uji laboratorium terhadap sampel bakso dan bahan baku dari Bakso Remaja Gading masih dalam proses di laboratorium milik Dispangtan Kota Solo. Pemerintah menegaskan hasilnya akan diumumkan secara terbuka untuk memastikan transparansi kepada publik.

Sementara itu, Thirthania dan keluarganya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. “Kami mohon doa dari semua pelanggan agar masalah ini cepat selesai dan kami bisa kembali melayani dengan tenang,” tutupnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.