Tangkapan Manado — Warga Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dibuat geger oleh kemunculan seekor buaya yang berkeliaran di perairan Teluk Manado dalam sepekan terakhir.
Kemunculan satwa liar tersebut pertama kali direkam warga menggunakan ponsel, dan video itu kini viral di berbagai platform media sosial.

Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara langsung bergerak cepat dengan melakukan patroli dan pemantauan intensif di sekitar wilayah teluk.
Patroli Gabungan Dikerahkan
Kepala Pelaksana BPBD Manado, Donald Sambuaga, membenarkan laporan tersebut.
Menurutnya, tim gabungan sudah diterjunkan untuk menyisir area di mana buaya tersebut terakhir terlihat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA dan Polairud. Patroli laut dilakukan setiap pagi dan sore untuk memastikan keamanan warga dan nelayan yang beraktivitas,” kata Donald, Kamis (6/11/2025).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, terutama bagi warga pesisir dan nelayan yang sering beraktivitas di sekitar perairan Teluk Manado.
“Jangan mencoba mendekati atau memberi makan buaya tersebut. Laporkan segera jika terlihat kembali,” tegasnya.
Buaya Diduga Masuk dari Muara Sungai
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sulut, Robby Paat, menduga buaya tersebut merupakan jenis Crocodylus porosus atau buaya muara yang terbawa arus laut dari daerah lain.
Baca Juga : Korban Kecelakaan JetSki di Perairan Teluk Manado Ditemukan Meninggal Dunia
“Kemungkinan besar buaya itu keluar dari habitatnya di sekitar muara sungai karena perubahan arus dan kondisi air setelah hujan deras beberapa hari terakhir,” jelas Robby.
Tim BKSDA berencana memasang perangkap di titik-titik strategis yang sering menjadi lokasi kemunculan buaya, sembari melakukan sosialisasi kepada warga setempat.
Warga Diimbau Tidak Beraktivitas di Area Rawan
Pemerintah Kota Manado mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di perairan sementara waktu hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Langkah cepat pemerintah ini diharapkan dapat menghindari potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Sekaligus menjaga kelestarian habitat alami buaya muara di wilayah pesisir Sulawesi Utara.





