Tim gabungan patroli bersama usai kemunculan buaya di perairan Manado

oleh -1123 Dilihat
oleh

Patroli Laut Digelar Usai Kemunculan Buaya di Teluk Manado

Tim gabungan patroli bersama usai kemunculan buaya di perairan Manado

Tangkapan Manado — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah daerah menggelar patroli laut di kawasan Teluk Manado. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif menyusul laporan masyarakat tentang kemunculan seekor buaya yang sempat terlihat di sekitar kawasan pesisir dan perairan kota.

Patroli gabungan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Dinas Perhubungan Kota Manado. Tim gabungan melakukan penyisiran di beberapa titik yang dianggap rawan untuk memastikan keamanan warga dan mencegah potensi serangan hewan liar tersebut.

“Petugas gabungan menyisir beberapa titik di perairan Teluk Manado menggunakan satu unit safeboat Ditpolairud Polda Sulut dan satu unit kapal C2 milik Dinas Perhubungan,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, Rabu (12/11/2025).

Menurut Alamsyah, operasi dimulai dari Dermaga Youth Center di kawasan Megamas Manado, kemudian bergerak menyisir beberapa lokasi strategis di perairan kota, seperti Tugu Lilin Kawasan Marina Plaza, Kuala Jengki, God Bless Park, dan area gorong-gorong Pantai Megamas. Semua titik tersebut merupakan lokasi aktivitas masyarakat yang cukup ramai, baik untuk rekreasi maupun kegiatan ekonomi pesisir.

“Upaya pencarian ini dilakukan untuk mengantisipasi serangan buaya yang dapat membahayakan keselamatan warga masyarakat, khususnya nelayan dan pengunjung pantai,” jelasnya.

Meski upaya penyisiran telah dilakukan secara intensif sejak awal pekan, hingga 10 November 2025 tim belum berhasil menemukan buaya yang dimaksud. Kendati demikian, pihak kepolisian dan instansi terkait memastikan bahwa patroli gabungan akan terus dilakukan secara berkala hingga situasi dinyatakan aman.

“Meski belum ditemukan, kegiatan patroli laut tetap kami lanjutkan. Koordinasi antarinstansi juga terus diperkuat agar langkah pengamanan berjalan efektif,” tambah Alamsyah.

Sementara itu, pihak BKSDA Sulawesi Utara menduga buaya tersebut kemungkinan besar hanyut dari kawasan muara atau hutan mangrove di pesisir utara akibat perubahan arus laut dan aktivitas pembangunan di sekitar pantai. Buaya muara (Crocodylus porosus) merupakan satwa dilindungi yang habitatnya masih tersebar di beberapa wilayah perairan Sulawesi Utara, termasuk perairan Minahasa dan Bolmong.

Pemerintah Kota Manado telah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang, memancing, atau bermain air di sekitar Teluk Manado sampai situasi benar-benar aman. Nelayan juga diingatkan untuk lebih waspada terutama pada malam hari.

Selain patroli laut, pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan berencana memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan untuk mengingatkan masyarakat mengenai potensi bahaya satwa liar di wilayah pesisir.

Kegiatan patroli lintas instansi ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga berharap agar langkah cepat pemerintah dapat mencegah terjadinya insiden seperti yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya di kawasan pesisir Kalasey dan Malalayang, di mana beberapa hewan buas sempat muncul ke permukaan.

Dengan koordinasi yang berkesinambungan antara aparat kepolisian, lembaga lingkungan, dan masyarakat, diharapkan keamanan perairan Teluk Manado dapat segera pulih sehingga aktivitas wisata dan ekonomi pesisir dapat kembali berjalan normal.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.