angkapan Manado — Sistem Informasi Lintas Instansi untuk Deteksi dan Respon Cepat Warga Negara Asing (SILINDSI) resmi disosialisasikan di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Program ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarinstansi dalam melakukan pengawasan dan penanganan terhadap keberadaan serta aktivitas warga negara asing (WNA).

Sosialisasi SILINDSI berlangsung di Manado dan turut hadir juga perwakilan instansi terkait, mulai dari pihak imigrasi, pemerintah daerah, kepolisian, hingga unsur keamanan lainnya. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta meningkatkan koordinasi dalam menghadapi potensi persoalan yang melibatkan WNA.
Sistem Terintegrasi Antarinstansi
SILINDSI merupakan sistem berbasis digital yang mengintegrasikan data dan informasi lintas lembaga dalam rangka deteksi dini serta respons cepat terhadap berbagai permasalahan WNA. Melalui sistem ini, setiap instansi dapat saling berbagi informasi secara real time.
Baca Juga : Roots Of Energy: PLN Tanam 3.700 Pohon di Sulawesi Utara pada Hari Menanam Pohon Indonesia 2025
Pejabat Imigrasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa SILINDSI menjadi solusi konkret dalam mempercepat alur pelaporan dan tindak lanjut terhadap kasus-kasus WNA, baik terkait keimigrasian, ketenagakerjaan, hingga potensi gangguan keamanan.
“Dengan adanya SILINDSI, penanganan WNA akan jauh lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi. Tidak ada lagi keterlambatan informasi antarinstansi,” ujarnya.
Pemerintah memilih Manado sebagai lokasi sosialisasi karena menilai daerah ini memiliki mobilitas WNA yang cukup tinggi, terutama di sektor pariwisata, investasi, dan tenaga kerja asing. Keberadaan WNA di wilayah ini membutuhkan pengawasan yang sistematis dan berbasis teknologi.
Pemerintah daerah menyambut baik kehadiran SILINDSI dan siap mendukung implementasinya di tingkat daerah. Menurut perwakilan Pemkot Manado, sistem ini akan membantu aparat dalam melakukan pengawasan tanpa menghambat iklim investasi dan pariwisata.
“Pengawasan tetap berjalan maksimal, tetapi tetap menjunjung tinggi prinsip pelayanan dan perlindungan,” katanya.
Perkuat Pengawasan dan Keamanan
SILINDSI tidak hanya berfungsi sebagai sistem pelaporan. Tetapi juga sebagai alat analisis untuk memetakan potensi kerawanan yang melibatkan WNA. Dengan data yang terintegrasi, aparat dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini.
“Tujuan utama dari SILINDSI adalah mencegah pelanggaran sejak awal, bukan hanya menangani setelah masalah terjadi,” tegas salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Komitmen Implementasi Berkelanjutan
Sosialisasi di Manado menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami mekanisme kerja sistem ini.
Melalui SILINDSI, pemerintah berharap pengawasan terhadap WNA dapat berjalan lebih efektif, transparan. Serta mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah.




