Peringatan Dini BMKG, Sulut hingga Papua Waspadai Hujan Lebat sampai 2 Oktober!

oleh -597 Dilihat
oleh

Tanggapan Manado – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam laporan terbarunya, BMKG menyebutkan adanya kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya yang dipicu oleh pengaruh Siklon Tropis Bualoi di Laut Filipina tenggara Pulau Luzon. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 2 Oktober 2025.

“Siklon tropis ini memberikan dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi di sekitar wilayah utara Indonesia, terutama Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya,” tulis keterangan resmi BMKG, Minggu (28/9/2025).

Selain itu, BMKG juga menyoroti bahwa wilayah selatan Indonesia saat ini memasuki periode pancaroba, yakni masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Dalam periode ini, hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat kerap terjadi pada siang hingga malam hari, biasanya didahului cuaca panas terik di pagi hingga menjelang siang.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca sepekan ke depan dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer berskala global, regional, maupun lokal. Interaksi ketiga skala atmosfer tersebut mendukung pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat lebat.

Baca Juga : Menuju Pendidikan Berkualitas untuk Anak-Anak Kurang Mampu

Sementara itu, Siklon Tropis Bualoi diperkirakan akan bergerak ke arah barat–barat laut menuju Laut Cina Selatan. Kecepatan angin maksimum diperkirakan berada pada kisaran 65–85 knot, dengan tekanan minimum 965 hPa dalam tiga hari mendatang. Siklon ini juga menimbulkan daerah konvergensi (perlambatan angin) dan konfluensi (pertemuan angin) di perairan selatan Filipina, Laut Cina Selatan, hingga Samudera Pasifik bagian utara Maluku Utara–Papua.

BMKG menekankan agar masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan daerah rawan bencana hidrometeorologi, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta gelombang laut tinggi. Para nelayan dan pelaku pelayaran juga diminta memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melaut.

“Selama sepekan ke depan, masyarakat diharapkan aktif memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan diperlukan agar potensi dampak buruk dari cuaca ekstrem ini dapat diminimalisasi,” imbau BMKG.

Dengan kondisi atmosfer yang dinamis, BMKG mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, hingga aparat terkait untuk meningkatkan koordinasi dalam upaya mitigasi bencana, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.