Tangkapan Manado – Kebijakan pemerintah pusat terkait pemotongan dana transfer ke daerah menjadi tantangan serius bagi banyak pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan pada tahun anggaran 2026. Meski demikian, Pemkot Manado menegaskan tetap optimistis dengan menyiapkan sejumlah strategi dan langkah adaptif agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan.
Pemotongan dana transfer ini berdampak langsung pada ruang fiskal daerah, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih selektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dampak Pemotongan Dana Transfer ke Daerah
Dana transfer dari pemerintah pusat selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan daerah. Dengan adanya pengurangan alokasi, Pemkot Manado harus menyesuaikan kembali perencanaan anggaran agar tidak mengganggu program prioritas.
Beberapa sektor yang bergantung pada dana transfer, seperti infrastruktur, layanan dasar, dan program sosial, menjadi perhatian khusus agar tetap mendapat porsi anggaran yang memadai.
Efisiensi dan Penajaman Program Prioritas
Salah satu kiat utama yang ditempuh Pemkot Manado adalah efisiensi belanja daerah. Pemerintah kota melakukan penajaman terhadap program-program yang dinilai kurang mendesak dan mengalihkan anggaran ke sektor prioritas, seperti kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik dasar.
Belanja operasional juga menjadi fokus evaluasi, dengan menekan pengeluaran yang bersifat seremonial dan perjalanan dinas, tanpa mengurangi kualitas kinerja aparatur.

Baca juga: Bandara Sam Ratulangi Lepas Penumpang Terakhir 2025 dan Sambut Penumpang Pertama 2026
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Untuk menutup keterbatasan dana transfer, Pemkot Manado berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kepatuhan pajak dan retribusi, digitalisasi sistem pemungutan, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi kebocoran pendapatan.
Sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan jasa menjadi salah satu fokus utama dalam peningkatan PAD, mengingat Manado memiliki potensi ekonomi yang cukup besar di sektor tersebut.
Penguatan Digitalisasi dan Tata Kelola Keuangan
Pemkot Manado juga mendorong penguatan digitalisasi tata kelola keuangan daerah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggaran. Sistem digital dinilai mampu membantu pemerintah dalam memantau realisasi anggaran secara real time dan mencegah pemborosan.
Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan efisien, diharapkan setiap rupiah anggaran dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sinergi dengan DPRD dan Pemerintah Pusat
Dalam menghadapi tantangan fiskal ini, Pemkot Manado menegaskan pentingnya sinergi dengan DPRD dalam proses perencanaan dan penganggaran. Komunikasi intensif dilakukan agar kebijakan penghematan dan penyesuaian anggaran mendapat dukungan politik yang kuat.
Selain itu, Pemkot juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan program-program strategis agar tetap mendapatkan dukungan pendanaan, baik melalui skema bantuan khusus maupun program nasional.
Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Meski anggaran terbatas, Pemkot Manado memastikan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh menurun. Pemerintah menekankan kepada seluruh OPD agar tetap bekerja optimal, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Inovasi pelayanan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar keterbatasan anggaran tidak berdampak langsung pada masyarakat.
Tantangan Sekaligus Momentum Berbenah
Pemotongan dana transfer daerah dipandang Pemkot Manado tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga momentum untuk berbenah. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah agar lebih mandiri secara fiskal dan kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada.
Dengan strategi efisiensi, optimalisasi PAD, dan tata kelola yang baik, Pemkot Manado berharap dapat tetap menjaga stabilitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tahun 2026.





