Lion Air JT-892 Tujuan Gorontalo Dialihkan ke Manado, Ini Penjelasan Maskapai

oleh -597 Dilihat
oleh

Ilustrasi pesawat Lion Air

Tanggapan Manado – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-892 yang melayani rute Makassar menuju Gorontalo pada Senin (8/9/2025) terpaksa dialihkan pendaratannya ke Bandara Sam Ratulangi, Manado. Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi cuaca buruk yang terjadi di sekitar Bandara Djalaludin, Gorontalo, sehingga pesawat tidak memungkinkan untuk mendarat dengan aman.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa saat pesawat mendekati area Gorontalo, jarak pandang hanya sekitar 1 kilometer akibat cuaca buruk. Kondisi ini dianggap tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan, sehingga pilot memutuskan untuk tidak mengambil risiko.

“Sebelum memutuskan mengalihkan pendaratan (divert) ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, pilot sempat melakukan holding atau berputar di udara pada area tertentu sambil menunggu kemungkinan cuaca membaik,” jelas Danang dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).

Setelah menunggu beberapa saat, kondisi cuaca di Gorontalo tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kabin, pilot akhirnya memilih untuk mendaratkan pesawat di Manado.

Lion Air menegaskan bahwa keselamatan penerbangan, penumpang, awak, dan pesawat merupakan prioritas utama dalam setiap operasional. Oleh karena itu, keputusan pengalihan pendaratan merupakan langkah sesuai dengan prosedur internasional ketika kondisi bandara tujuan tidak memungkinkan.

Baca Juga : Menuju Pendidikan Berkualitas untuk Anak-Anak Kurang Mampu

Usai mendarat di Manado, pihak maskapai segera melakukan koordinasi untuk memastikan kelanjutan perjalanan para penumpang. Lion Air menyediakan penanganan sesuai aturan, termasuk mempersiapkan penerbangan lanjutan menuju Gorontalo setelah kondisi cuaca membaik dan Bandara Djalaludin kembali dapat dioperasikan.

Insiden pengalihan pendaratan atau divert seperti ini bukan hal yang jarang terjadi di dunia penerbangan. Faktor cuaca ekstrem, jarak pandang rendah, serta keselamatan di bandara tujuan kerap menjadi alasan utama. Dalam banyak kasus, divert justru menjadi bukti bahwa aspek keamanan selalu diutamakan oleh maskapai dan otoritas penerbangan.

Keputusan ini juga sejalan dengan peraturan internasional penerbangan sipil yang mengatur bahwa pilot memiliki kewenangan penuh untuk menentukan langkah terbaik demi menjaga keselamatan penerbangan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.