
Tangkapan Manado — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado melaksanakan pengamanan ketat terhadap aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan di depan Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (20/10/2025) sore. Aksi ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menolak rencana proyek reklamasi pantai di kawasan pesisir Kota Manado.
Kegiatan unjuk rasa dimulai sekitar pukul 15.10 WITA dengan jumlah massa mencapai puluhan orang yang membawa spanduk dan poster berisi seruan pelestarian lingkungan. Dalam orasinya, para peserta aksi menyampaikan kekhawatiran bahwa reklamasi pantai akan menyebabkan kerusakan ekosistem laut, hilangnya biota pesisir, serta berdampak buruk terhadap mata pencaharian nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, melalui Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menurunkan puluhan personel gabungan dari Satuan Samapta, Lalu Lintas, Intelkam, dan Binmas untuk menjaga ketertiban jalannya aksi. Aparat ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk pintu masuk PTUN Manado dan jalur utama yang mengarah ke lokasi, guna memastikan situasi tetap aman dan arus lalu lintas tidak terganggu.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pengamanan aksi ini. Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap harus dalam koridor hukum dan dengan cara yang damai,” ujar Iptu Agus Haryono kepada awak media. Ia juga menegaskan bahwa hingga kegiatan selesai, tidak ditemukan adanya tindakan provokatif maupun pelanggaran hukum.
Aksi berjalan dengan tertib hingga menjelang sore hari. Beberapa perwakilan massa sempat berdialog dengan pihak kepolisian dan menyampaikan aspirasi mereka untuk diteruskan kepada pihak pemerintah daerah. Menurut keterangan koordinator lapangan aksi, pihaknya menuntut agar pemerintah meninjau ulang proyek reklamasi yang dinilai lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada manfaatnya, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Selama kegiatan berlangsung, sejumlah petugas kepolisian juga terlihat membantu mengatur lalu lintas di sekitar lokasi aksi untuk menghindari kemacetan. Situasi tetap kondusif hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WITA. Kapolresta Manado menyampaikan apresiasi kepada para peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat secara tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Aksi damai tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya masyarakat sipil di Manado untuk memperjuangkan keberlanjutan lingkungan pesisir di tengah maraknya proyek pembangunan di kawasan pantai utara Sulawesi Utara. Pemerintah daerah sendiri disebut masih dalam tahap kajian mengenai dampak lingkungan dan izin pelaksanaan proyek reklamasi tersebut.





