Gubernur Yulius Selvanus Beberkan Fakta Mengejutkan Soal Ekonomi Biru–Hijau di Sulut

oleh -637 Dilihat
oleh

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Menjadi Pembicara Utama Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025: “Menenun Masa Depan Ekonomi Biru dan Hijau”

Tangkapan Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, tampil sebagai pembicara utama dalam acara Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Luwansa Manado, Kamis (27/11/2025). Acara ini merupakan salah satu ajang debat tingkat provinsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Utara dengan tema besar “Menenun Masa Depan Ekonomi Biru dan Hijau”.

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus ternama, termasuk Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Negeri Manado (Unima), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Sembilanbelas November (Unsrit), hingga Universitas Terbuka (UT), memadati ruangan ballroom. Tidak hanya mahasiswa, sejumlah rektor dan pimpinan perguruan tinggi turut hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menilai kualitas debat yang digelar selama dua hari penuh.

Sambutan dan Apresiasi Gubernur

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsrat dan BEM Unima selaku penyelenggara. Ia memuji antusiasme peserta serta kemampuan argumentatif mereka, yang telah bersaing sejak hari sebelumnya.

“Debat yang kalian lakukan hari ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari proses pembelajaran demokrasi, etika, dan logika berpikir. Kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan yang harus mampu menyusun gagasan secara sistematis dan memimpin dengan hati serta nalar,” ujar Gubernur.

Gubernur menekankan pentingnya menguasai emosi, menjaga fokus saat menghadapi tekanan, dan menyampaikan pendapat dengan etika. Ia menekankan bahwa kemampuan ini bukan hanya berguna dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

Fokus Tema: Ekonomi Biru dan Hijau

Pada sesi pemaparan, Gubernur menyinggung potensi ekonomi Sulawesi Utara yang dapat dikembangkan melalui konsep ekonomi biru dan hijau. Ia menjelaskan bahwa ekonomi biru berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, termasuk perikanan, pariwisata bahari, dan energi terbarukan. Sementara ekonomi hijau menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan, seperti pengelolaan hutan, pertanian organik, dan energi ramah lingkungan.

“Mahasiswa Sulut harus memahami bahwa ekonomi biru dan hijau bukan sekadar jargon, melainkan fondasi pembangunan yang akan menentukan kesejahteraan masyarakat Sulut dalam 10 hingga 20 tahun ke depan,” jelas Gubernur. Ia menekankan perlunya inovasi, penelitian ilmiah, dan kolaborasi lintas sektor untuk memaksimalkan potensi wilayah, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Agenda Pemerintah Provinsi Menjelang Akhir Tahun

Gubernur juga menyinggung padatnya agenda Pemerintah Provinsi Sulut menjelang akhir tahun 2025. Mulai dari kunjungan kerja kementerian, koordinasi dengan lembaga negara, hingga penyusunan paparan yang akan disampaikan ke DPR RI, KPK RI, dan Dewan Pertimbangan Presiden. Menurutnya, meskipun agenda pemerintah sangat padat, pembangunan kapasitas generasi muda melalui debat dan forum ilmiah tetap menjadi prioritas, karena mahasiswa adalah mitra strategis dalam pembangunan Sulawesi Utara.

Interaksi dengan Mahasiswa

Acara debat juga menghadirkan sesi interaktif, di mana Gubernur memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait isu ekonomi, lingkungan, dan kebijakan publik. Beberapa mahasiswa menanyakan strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan lingkungan, termasuk langkah konkret yang bisa dilakukan oleh pemuda.

Gubernur menanggapi pertanyaan tersebut dengan lugas, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa inovasi mahasiswa, penelitian ilmiah, serta partisipasi aktif dalam proyek pembangunan akan menjadi katalisator perubahan positif di Sulawesi Utara.

Harapan Gubernur

Di akhir sambutannya, Yulius Selvanus menyampaikan pesan penting bagi seluruh peserta:

  • Debat adalah sarana untuk melatih pemikiran kritis, kemampuan analisis, dan komunikasi efektif.

  • Pemimpin masa depan harus memiliki integritas, keberanian berpikir, dan kepedulian sosial.

  • Mahasiswa harus aktif dalam mengembangkan gagasan inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulut.

“Selamat berkompetisi, selamat berpikir kritis, dan jadikan pengalaman ini sebagai fondasi untuk menjadi pemimpin yang berdaya saing global namun tetap berpijak pada budaya dan kearifan lokal Sulawesi Utara,” ujar Gubernur menutup sambutannya.

Kesimpulan

Acara Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pendidikan politik, etika, dan kepemimpinan bagi generasi muda. Dengan hadirnya Gubernur Sulut sebagai pembicara utama, mahasiswa mendapatkan insight langsung tentang tantangan dan peluang pembangunan Sulut, khususnya dalam konteks ekonomi biru dan hijau.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah provinsi memberikan perhatian serius pada pemberdayaan generasi muda, sekaligus menegaskan bahwa inovasi, pengetahuan, dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadapi masa depan Sulawesi Utara yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.