Dua warga meninggal tertimbun longsor di Manado

oleh -865 Dilihat
oleh

Dua warga meninggal tertimbun longsor di Manado

Tangkapan Manado Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Sulawesi Utara, merilis data terbaru terkait insiden longsor yang terjadi di beberapa titik pada akhir pekan. Dari laporan yang dihimpun hingga Minggu siang, dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor yang disebabkan oleh hujan deras berkepanjangan di sejumlah wilayah Kota Manado.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Manado, Angelina July Bajodo, mengonfirmasi bahwa kedua korban merupakan warga dari dua kelurahan berbeda yang termasuk dalam zona rawan pergerakan tanah. “Korban meninggal yaitu Arnold Mamahit, warga Kelurahan Malendeng Lingkungan VI berusia 76 tahun, serta Novianti Kipiodo, anak berusia 11 tahun yang berdomisili di Kelurahan Bailang Lingkungan IV,” ujar Angelina saat memberikan keterangan resmi di Manado.

Menurut penjelasan BPBD, kejadian naas yang menimpa Arnold Mamahit bermula ketika tebing di dekat rumahnya mengalami pelemahan struktur tanah akibat curah hujan yang tinggi sejak sore hingga malam hari. Longsoran kemudian menghantam dinding bagian belakang rumah korban dan menyebabkan runtuhan material bangunan menimpa ruang tempat korban berada. Upaya evakuasi dilakukan oleh warga sekitar dibantu petugas BPBD dan relawan, namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Sementara itu, kasus yang menimpa Novianti Kipiodo memiliki kronologi berbeda. Berdasarkan hasil assessment awal BPBD, pergerakan tanah terjadi pada malam hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. Material tanah dan batuan dari kemiringan bukit di sekitar permukiman meluncur dengan cepat setelah hujan lebat turun tanpa jeda. Rumah yang ditempati keluarga Novianti berada tepat di jalur aliran longsoran, sehingga bagian samping bangunan tertimpa lumpur dan bongkahan batu berukuran besar. Upaya pertolongan segera dilakukan oleh warga, namun kondisi minimnya pencahayaan serta besarnya volume material membuat proses evakuasi berlangsung sulit. Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tertimbun di bawah material yang berat.

BPBD Kota Manado menyebut bahwa intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah berada pada tingkat kewaspadaan tinggi. Beberapa kecamatan seperti Malendeng, Bunaken, Singkil, dan Paal Dua diketahui sebagai daerah dengan kontur tanah yang rentan terhadap longsoran ketika curah hujan meningkat. Angelina juga menambahkan bahwa timnya terus melakukan monitoring dan pemetaan ulang terhadap zona rawan serta mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit atau dekat tebing agar meningkatkan kewaspadaan.

“Curah hujan berintensitas tinggi dan durasi panjang membuat struktur tanah cepat jenuh air. Warga di wilayah rawan diminta untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, kemiringan bangunan yang berubah, atau suara gemuruh dari arah lereng,” lanjut Angelina.

Selain menimbulkan korban jiwa, BPBD juga mencatat adanya sejumlah kerusakan material berupa rumah warga yang terdampak, akses jalan yang tertutup longsoran, serta jaringan listrik yang padam di beberapa titik akibat pohon tumbang. Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, tim SAR, relawan, dan perangkat kelurahan hingga kini masih berada di lapangan untuk membersihkan material longsor, mengevakuasi warga terdampak, serta memastikan kondisi wilayah kembali aman.

Pemerintah Kota Manado menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan menegaskan komitmen untuk melakukan berbagai upaya penanganan darurat sekaligus langkah mitigasi. Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.