Dengan Cara Ini, AIPDA Junesta Sembiring Edukasi Tertib Lalu Lintas

oleh -839 Dilihat
oleh

Tangkapan Manado — Penegakan aturan berlalu lintas tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan penilangan. Dalam beberapa situasi, pendekatan persuasif melalui edukasi langsung kepada masyarakat dapat menjadi metode yang jauh lebih efektif dan berkelanjutan.

Hal inilah yang dilakukan oleh AIPDA Junesta Sembiring, salah satu personel Satuan Lalu Lintas Polres Minahasa, yang selama beberapa bulan terakhir aktif menyambangi sejumlah titik keramaian di Langowan untuk memberikan edukasi tertib berlalu lintas, terutama kepada kalangan remaja.

Sasaran utama edukasi ini adalah para pelajar tingkat SMA yang ditemui saat berangkat maupun pulang sekolah. Langkah ini dipilih karena kelompok usia tersebut dinilai sangat rentan melakukan pelanggaran lalu lintas, seperti tidak memakai helm, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga mengabaikan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Menurut AIPDA Junesta, edukasi dini kepada remaja menjadi kunci penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Minahasa.

Kami sebagai aparat yang setiap hari memperhatikan situasi lalu lintas di jalan raya hanya berharap satu hal dari masyarakat, yaitu mentaati aturan berlalu lintas,” ujar AIPDA Junesta Sembiring.

Ia menegaskan bahwa peraturan bukan dibuat untuk mengekang masyarakat, melainkan untuk melindungi keselamatan pengendara itu sendiri. Penggunaan helm, misalnya, sering dianggap sepele, padahal merupakan perangkat vital yang dapat menyelamatkan nyawa pada saat terjadi kecelakaan.

Ditambahkannya, pelajar SMA diharapkan tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan memahami pentingnya keselamatan, siswa dapat ikut mendorong teman-temannya untuk lebih peduli terhadap aturan berlalu lintas.

Jadi kepada adik-adik siswa SMA, selain belajar di ruang kelas, harus juga menerapkan kebiasaan baik saat menggunakan kendaraan bermotor. Jadilah contoh bagi teman-teman dan masyarakat,” jelas AIPDA Junesta.

Selain memberikan edukasi di tepi jalan, AIPDA Junesta juga kerap melakukan pendekatan langsung melalui percakapan ringan dengan pelajar, memberi contoh situasi berbahaya yang sering terjadi akibat kelalaian, hingga membagikan tips keselamatan berkendara. Metode ini dinilai lebih mudah diterima oleh anak muda karena disampaikan dengan bahasa sehari-hari dan tanpa kesan menggurui.

Upaya edukasi ini pun mendapat respons positif dari para pelajar serta orang tua. Banyak yang mengapresiasi pendekatan humanis tersebut, karena dinilai lebih membangun kesadaran daripada tindakan represif seperti penilangan.

Dengan kegiatan seperti ini, Polres Minahasa berharap angka pelanggaran lalu lintas—khususnya yang melibatkan pelajar—dapat terus ditekan, sekaligus menumbuhkan budaya tertib dan aman berkendara di kalangan generasi muda Langowan dan sekitarnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.