
Tangkapan Manado — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Utara yang berlaku selama satu pekan, mulai Senin, 27 Oktober hingga Minggu, 2 November 2025. Peringatan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem akibat sejumlah fenomena atmosfer yang memengaruhi kawasan Indonesia bagian tengah dan utara.
Dalam laporan resmi, BMKG meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Utara,” demikian pernyataan BMKG.
Fenomena Atmosfer Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan intensitas tinggi dalam periode tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena skala regional dan lokal.
-
Madden Julian Oscillation (MJO)
MJO saat ini berada pada fase 4 dan 5, posisi yang menguatkan aktivitas pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia tengah dan timur, termasuk Sulawesi Utara. -
Anomali Suhu Permukaan Laut (SST)
Suhu permukaan laut di sekitar perairan Sulawesi Utara mengalami anomali positif hingga 1,5°C. Kondisi ini meningkatkan penguapan dan menambah banyaknya uap air di atmosfer sehingga memicu pembentukan awan hujan dalam jumlah besar. -
Gelombang Kelvin, Belokan Angin (Shearline), dan Konvergensi
Prakirawan BMKG, Noviyanti E. Kaparang, menjelaskan bahwa keberadaan gelombang Kelvin serta zona belokan angin dan konvergensi di atmosfer Sulut semakin memperkuat pembentukan awan tebal.“Adanya gelombang Kelvin, belokan angin (shearline), serta konvergensi di atmosfer wilayah Sulut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan yang disertai kilat atau petir,” sebut Kaparang.
-
Labilitas Lokal yang Kuat
BMKG juga mencatat adanya ketidakstabilan udara tingkat lokal yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat potensi terjadinya hujan lebat dan badai petir meningkat, terutama pada siang hingga malam hari.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem
BMKG merinci daerah-daerah yang diperkirakan terdampak hujan intensitas tinggi dalam periode peringatan dini, dengan rincian sebagai berikut:
-
27 Oktober: Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Raya, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud.
-
28 Oktober: Bitung, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan.
-
29–31 Oktober: Wilayah Bolmong Raya, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud.
-
1–2 November: Minahasa Raya, Tomohon, serta sejumlah wilayah di kawasan Bolmong Raya.
BMKG mengingatkan bahwa perubahan kondisi atmosfer dapat membuat intensitas hujan meningkat secara tiba-tiba, terutama pada malam hari.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Koordinator Bidang Operasional BMKG Sam Ratulangi, Astrid Y. Lasut, menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan oleh masyarakat sangat diperlukan, terutama mengingat topografi Sulawesi Utara yang cukup rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
Dalam imbaunya, Astrid meminta masyarakat untuk:
-
Menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan bibir sungai saat hujan lebat,
-
Mengamankan barang-barang penting dan memeriksa kondisi saluran air di lingkungan rumah,
-
Mewaspadai pohon tumbang serta angin kencang,
-
Mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca harian. Bila hujan lebat disertai petir terjadi secara tiba-tiba, segera cari tempat aman dan hindari area terbuka,” ujar Astrid.
BMKG Siapkan Update Harian
BMKG memastikan akan melakukan pemantauan cuaca secara real-time dan memberikan pembaruan harian melalui website, aplikasi, dan kanal media sosial. Instansi terkait seperti BPBD dan pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama untuk wilayah pesisir, lereng bukit, dan daerah aliran sungai.




