Tangkapan Manado — Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mulai melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi lonjakan penumpang pada momen Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 atau yang dikenal dengan periode Nataru.

Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional, kenyamanan, serta keselamatan penumpang.
Manajemen bandara memprediksi akan terjadi peningkatan arus penumpang dibanding hari-hari normal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun wisata akhir tahun.
Baca Juga : Presiden Prabowo Terbang ke Daerah Terdampak Bencana di Sumatera Kedua Kalinya
Posko Terpadu dan Penguatan Personel
General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, dalam keterangannya. Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan mengaktifkan Posko Terpadu Nataru yang melibatkan seluruh stakeholder. Mulai dari operator bandara, maskapai, TNI-Polri, hingga instansi terkait.
“Kami sudah mulai melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan operasional bandara selama periode Nataru. Posko terpadu akan diaktifkan untuk memantau pergerakan penumpang dan penerbangan secara real time,” ujarnya.
Selain itu, dilakukan pula penguatan jumlah personel layanan, baik di sisi terminal keberangkatan, kedatangan, keamanan, maupun pelayanan informasi guna mengantisipasi kepadatan penumpang.
Antisipasi Lonjakan Penerbangan dan Penumpang
Manajemen bandara juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah maskapai terkait kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan atau extra flight pada rute-rute favorit, khususnya tujuan Jakarta, Surabaya, Makassar, serta beberapa kota wisata.
“Kami membuka peluang bagi maskapai untuk menambah jadwal penerbangan jika memang dibutuhkan, sehingga penumpang tetap terlayani dengan baik,” katanya.
Prediksi sementara menunjukkan peningkatan penumpang akan mulai terasa sejak pertengahan Desember 2025, dan mencapai puncaknya menjelang Natal serta setelah pergantian tahun.
Pemeriksaan Fasilitas dan Keamanan Diperketat
Selain kesiapan sumber daya manusia, Bandara Sam Ratulangi juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas operasional. Mulai dari landasan pacu, sistem navigasi penerbangan, terminal penumpang, hingga fasilitas keamanan penerbangan.
Pemeriksaan instalasi listrik, sistem pemadam kebakaran, serta peralatan penunjang keselamatan juga menjadi fokus utama untuk meminimalkan risiko gangguan operasional.
“Aspek keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama. Kami tidak ingin ada celah yang bisa mengganggu kelancaran penerbangan,” tegas manajemen bandara.
Imbauan kepada Calon Penumpang
Pihak bandara mengimbau seluruh calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara, mengingat potensi antrean panjang terutama pada jam-jam sibuk. Penumpang juga diingatkan untuk memastikan kelengkapan dokumen perjalanan serta mengikuti ketentuan keamanan penerbangan.




