BMKG: Sulawesi Utara Diprediksi Diliputi Cuaca Lembap dan Hujan Ringan

Tangkapan Manado – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa Provinsi Sulawesi Utara akan mengalami cuaca lembap disertai hujan ringan yang merata di sebagian besar wilayahnya, Senin (27/10/2025). Kondisi ini terjadi akibat tingginya kelembapan udara di lapisan atmosfer bawah serta pengaruh massa udara basah yang melintas di kawasan utara Pulau Sulawesi.
Menurut laporan BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, hampir seluruh wilayah di Sulut—mulai dari pesisir Kepulauan Sangihe, Talaud, hingga dataran tinggi Minahasa dan Bolaang Mongondow Raya—diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Di beberapa daerah pesisir, potensi awan tebal dan angin lemah hingga sedang juga diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari.
“Kondisi cuaca di masa peralihan seperti sekarang ini cenderung tidak stabil. Cuaca cerah di pagi hari bisa dengan cepat berubah menjadi hujan pada siang atau sore hari akibat pemanasan permukaan yang memicu pertumbuhan awan konvektif,” ujar prakirawan BMKG Manado dalam keterangan resminya.
BMKG mencatat bahwa wilayah dengan potensi hujan tertinggi meliputi Manado dan sekitarnya, berawan dan hujan ringan pada siang hari; Tomohon, Tondano, dan Langowan, berpotensi hujan sedang disertai kabut tipis di pagi hari; Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud, berpotensi hujan ringan dengan angin laut dari timur laut; Kotamobagu dan Bolaang Mongondow, kemungkinan hujan sedang pada sore menjelang malam; serta Bitung dan Likupang, hujan ringan disertai angin lembut dari arah utara.
Suhu udara di Sulawesi Utara diperkirakan berkisar antara 23–30°C, dengan kelembapan relatif mencapai 85–95 persen. Kondisi ini menjadikan udara terasa lembap dan sejuk, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan vegetasi lebat.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lokal, seperti hujan disertai petir atau angin kencang berdurasi singkat, terutama pada sore dan malam hari. Bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diingatkan untuk memperhatikan tinggi gelombang yang dapat meningkat hingga 1,5 meter di perairan utara Sulawesi.
Selain itu, masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca terkini. Pengendara kendaraan roda dua dan empat diminta lebih berhati-hati di jalan yang licin, sementara petani di daerah pertanian Minahasa dan Bolaang Mongondow diharapkan dapat mengatur pola tanam sesuai curah hujan.
“Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak sangat penting, terutama di masa peralihan seperti saat ini. Masyarakat disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG,” tambah pihak BMKG.
Dengan kondisi atmosfer yang masih tidak stabil, BMKG memperkirakan pola hujan ringan hingga sedang akan bertahan hingga akhir pekan mendatang, sebelum berangsur berkurang memasuki awal November. Pemerintah daerah pun diimbau terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi ringan seperti genangan air dan longsor di wilayah dataran tinggi.




