Asta Karya 2025: Toar dan Lumimuut, Perayaan Cinta, Legenda dan Kreativitas di ARYADUTA Manado

oleh -956 Dilihat
oleh

Tangkapan ManadoAsta Karya Aryaduta Manado 2025 kembali hadir dengan kemeriahan yang lebih semarak dan sentuhan budaya yang semakin kuat. Gelaran tahunan yang telah menjadi agenda ikonik hotel berbintang tersebut, tahun ini mengusung tema “Embun Matahari: Toar dan Lumimuut”, sebuah legenda cinta sekaligus kisah asal mula manusia Minahasa yang sarat dengan nilai filosofi tentang kehidupan, keberanian, dan harmoni alam.

Acara yang digelar di Grand Ballroom Aryaduta Manado, Sabtu (8/11/2025), dimulai sejak pukul 10.00 WITA dengan pertunjukan Tari Kabasaran, tarian tradisional khas Minahasa yang melambangkan keberanian dan semangat juang para prajurit. Gerakan dinamis dan hentakan kaki para penari berhasil membangkitkan semangat seluruh tamu undangan yang hadir, termasuk pejabat daerah, pelaku seni, pelajar, dan masyarakat umum yang memadati ruangan.

Dalam sambutannya, General Manager Aryaduta Manado, Jayadi Hadinata, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan kerja keras panitia dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, Asta Karya bukan hanya ajang pameran seni biasa, tetapi bentuk nyata komitmen Aryaduta Manado untuk melestarikan nilai budaya lokal serta memberi ruang berekspresi bagi para seniman muda di Sulawesi Utara.

“Asta Karya bukan sekadar acara tahunan, tetapi komitmen kami untuk terus mengangkat nilai-nilai budaya daerah dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya. Kami ingin setiap tamu yang datang tidak hanya menikmati keindahan acara, tetapi juga merasakan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Sulawesi Utara,” ujar Jayadi.

Selain pertunjukan tari dan musik tradisional, acara juga diisi dengan pameran karya seni rupa, kriya tangan, dan instalasi modern bertema kearifan lokal, hasil kolaborasi antara seniman muda Manado, komunitas kreatif, dan mahasiswa seni dari berbagai kampus di Sulawesi Utara.

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah instalasi “Embun dan Api Lumimuut”, yang menggambarkan keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan dalam mitologi Minahasa. Karya ini mendapat apresiasi dari para pengunjung karena berhasil menggabungkan elemen tradisional dengan teknologi pencahayaan modern.

Di sela kegiatan, pengunjung juga dapat menikmati bazar UMKM lokal yang menampilkan produk khas daerah seperti kain bentenan, tenun Minahasa, kuliner tradisional, dan cendera mata khas Manado.

Kegiatan Asta Karya 2025 ini menjadi bukti bahwa semangat pelestarian budaya dapat disatukan dengan inovasi dan kreativitas modern. Bagi masyarakat Manado, ajang ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi dan kebanggaan kolektif atas kekayaan budaya daerah mereka.

Wali Kota Manado yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar kegiatan seperti Asta Karya dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjadikan Manado sebagai kota budaya dan destinasi wisata kreatif di Indonesia Timur.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.