,

Alfamidi–SGM Eksplor Gelar Edukasi Gizi Balita di Manado

oleh -821 Dilihat
oleh

Tangkapan ManadoAlfamidi bekerja sama dengan SGM Eksplor menggelar edukasi pemenuhan gizi untuk balita di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Kamis (20/11/2025). Kegiatan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ini berlangsung di toko Alfamidi Arnold Mononutu dan dihadiri sedikitnya 150 balita bersama para orang tua.

RRI - Alfamidi-SGM Eksplor Edukasi Zat Besi Anak di Manado
Alfamidi–SGM Eksplor Gelar Edukasi Gizi Balita di Manado

Program tersebut menitikberatkan pada pentingnya pemenuhan zat besi bagi anak usia dini sebagai komponen utama pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Zat besi juga menjadi salah satu faktor kunci pencegahan stunting yang hingga saat ini masih menjadi perhatian nasional.


Wujud Komitmen Penuhi Kebutuhan Gizi Anak

Retail Manager Alfamidi Manado, Maria Ratu, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif kepada orang tua mengenai kebutuhan gizi harian anak, khususnya zat besi.

Baca Juga : Alfamidi Salurkan Ternak Dukung Program G2-10 Gorontalo Utara

“Kami percaya bahwa tumbuh kembang optimal dimulai dari pemenuhan gizi yang tepat. Melalui kolaborasi bersama SGM Eksplor, kami ingin memberikan edukasi langsung kepada orang tua agar lebih memahami pentingnya zat besi dalam proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, Alfamidi akan terus memperkuat kegiatan sosial yang menyasar kesehatan keluarga sebagai bagian dari kontribusi perusahaan bagi masyarakat.


Ahli Gizi Paparkan Dampak Kekurangan Zat Besi

Dalam sesi edukasi, tim nutrisi dari SGM Eksplor menjelaskan bahwa kekurangan zat besi dapat berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh. Keterlambatan perkembangan kognitif, hingga risiko anemia pada anak.

“Anak usia 1–5 tahun sangat membutuhkan asupan zat besi yang seimbang. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, perkembangan otak bisa terganggu dan berdampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar anak,” jelas dr. Rina Lantang, salah satu pemateri.

Para orang tua juga mendapatkan panduan mengenai sumber-sumber zat besi dari makanan sehari-hari. Seperti daging merah, sayuran hijau, telur, serta susu pertumbuhan yang difortifikasi.


Antusias Orang Tua Tinggi, Kegiatan Berlangsung Interaktif

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, demo makanan bergizi, hingga konsultasi gizi gratis. Para orang tua menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai sangat membantu memahami kebutuhan gizi anak dalam masa pertumbuhan.

“Kami sangat terbantu. Selama ini banyak yang belum tahu berapa kebutuhan zat besi anak per hari. Edukasi seperti ini harus lebih sering dilakukan,” ujar Lidya, salah satu peserta.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.